Langsung ke konten
Tembus 6 Besar Nasional, Tiara Ika Anjani Buktikan Kemampuan di Ajang ANLWC 2026
← Kembali ke News
GenBI Prestasi 2026-10-23

Tembus 6 Besar Nasional, Tiara Ika Anjani Buktikan Kemampuan di Ajang ANLWC 2026

Mahasiswi Universitas Jambi, Tiara Ika Anjani bersama rekannya Zefanya berhasil meraih peringkat 6 tingkat nasional dalam kompetisi penulisan dan penyusunan surat gugatan hukum pada Airlangga National Legal Writing Competition (ANLWC) 2026, yang diselenggarakan oleh Komunitas Peradilan Semu Fakultas Hukum Universitas Airlangga, dengan total nilai 1.917.

Tembus 6 Besar Nasional, Tiara Ika Anjani Buktikan Kemampuan di Ajang ANLWC 2026

Jambi — Generasi Baru Indonesia (GenBI) Provinsi Jambi terus mendorong semangat mahasiswa untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan prestasi di berbagai bidang. Semangat tersebut tercermin melalui pencapaian Tiara Ika Anjani, mahasiswi Program Studi Ilmu Hukum angkatan 2024, yang berhasil tampil di antara tim terbaik pada Kompetisi Surat Gugatan Airlangga National Legal Writing Competition (ANLWC) 2026. Bersama timnya dengan kode B_014, Tiara meraih peringkat 6 dengan total nilai akhir 1.917.

ANLWC 2026 merupakan kompetisi penulisan dan penyusunan dokumen hukum tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Komunitas Peradilan Semu (KPS) Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Kompetisi ini diikuti mahasiswa hukum dari seluruh Indonesia dengan mengangkat tema “Penguatan Kepastian Hukum Sengketa Bisnis guna Mewujudkan Iklim Investasi yang Resilien dan Berkeadilan”. Peserta diberi kasus posisi untuk dianalisis, lalu menuangkannya ke dalam surat gugatan dengan argumentasi hukum yang sistematis.

Peringkat 6 tidak diraih dengan mudah melainkan melalui proses yang cukup berat. Menurut Tiara, tantangan terbesarnya adalah menyatukan banyak pemikiran menjadi satu konstruksi hukum yang konsisten. Menyusun surat gugatan, bukan sekadar mengumpulkan pasal sebanyak mungkin, tetapi juga menentukan mana yang benar-benar relevan dan menyusunnya agar setiap argumen saling terhubung. Di sisi lain, Tiara harus membagi waktu antara perkuliahan dan kegiatan organisasi.

“Jujur, perasaan saya campur aduk. Saya senang dan bersyukur, lalu bangga karena usaha kami membawa tim sampai peringkat 6, apalagi ini kompetisi tingkat nasional. Di sisi lain, saya sempat kecewa karena lima tim teratas lolos ke final, sehingga kami hanya kurang satu langkah untuk melaju ke tahap berikutnya. Namun setelah dipikir lagi, saya tetap bangga dengan hasil ini karena proses yang kami lewati tidak mudah. Bagi saya, peringkat 6 akan selalu menjadi pencapaian yang saya ingat, sekaligus pengingat bahwa hasil yang belum sesuai harapan bukan berarti prosesnya sia-sia,” ungkap Tiara saat tim diumumkan sebagai peserta peringkat 6.

Gambar Tiara Ika Anjani bersama rekannya Zefanya mewakili Fakultas Hukum Universitas Jambi dalam Ajang Lomba ANLWC 2026
Gambar Tiara Ika Anjani bersama rekannya Zefanya mewakili Fakultas Hukum Universitas Jambi dalam Ajang Lomba ANLWC 2026

Untuk melewati rintangan tersebut, Tiara dan timnya mengandalkan diskusi yang panjang, revisi yang berulang, dan saling mengoreksi. Ada bagian yang sudah terasa baik, tetapi setelah dibaca ulang masih perlu disusun kembali. Dukungan terbesar, menurut Tiara, datang dari rekan satu timnya, Zefanya, yang sama-sama berproses sejak awal hingga akhir dengan saling mengingatkan dan menguatkan. Tiara juga berterima kasih kepada dosen dan praktisi yang memberi masukan serta membantu melihat permasalahan hukum dari sudut pandang yang lebih kritis. Keluarga dan teman-teman turut menjadi penyemangat selama proses berlangsung.

Tiara menilai, salah satu kekuatan timnya adalah kebiasaan berdiskusi dan tidak langsung menerima satu argumen begitu saja. “Kami memeriksa kembali apakah fakta, dasar hukum, posita, dan petitum yang kami susun benar-benar saling berhubungan. Selain berusaha membuat argumentasi yang kuat, kami juga kritis terhadap tulisan kami sendiri. Mungkin proses diskusi dan revisi yang cukup panjang itulah yang membantu kami menghasilkan surat gugatan yang lebih terstruktur, profesional, dan logis,” jelasnya.

Setelah meraih kemenangan ini, Tiara ingin terus mengasah kemampuan legal writing dan legal research, khususnya yang berkaitan dengan hukum perdata dan bisnis. “Saya ingin mencoba lebih banyak kompetisi dan pengalaman praktik, supaya tidak hanya memahami hukum dari teori, tetapi juga belajar bagaimana hukum digunakan untuk menyelesaikan persoalan. Peringkat 6 ini bukan titik akhir, melainkan bahan bakar untuk mencoba lagi,” tuturnya.

Pencapaian Tiara Ika Anjani diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menulis, dan berargumentasi. Sejalan dengan semangat GenBI sebagai generasi yang inspiratif dan berkontribusi bagi masyarakat, prestasi ini menjadi pengingat bahwa potensi generasi muda dapat berkembang melalui keberanian untuk mencoba, belajar, dan berkompetisi.

Pewarta: Enjelina Lumban Gaol

Editor: Muhammad Irvansyah

Komentar

Diskusi pembaca

Moderasi aktif

Komentar akan tampil setelah disetujui admin.

Belum ada komentar.