Jambi — Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Riska Lesmana Putri, mahasiswa Program Studi Hukum Pidana Islam angkatan 2024 sekaligus anggota Generasi Baru Indonesia (GenBI), berhasil meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Internasional dalam ajang FESMA FASYA 2026 (Faculty of Sharia Student Festival) yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar secara daring. Kegiatan dan penjurian berlangsung pada 20–21 Mei 2026, sedangkan pengumuman pemenang dilaksanakan pada 15 Juni 2026.
Dalam kompetisi tersebut, Riska dipercaya menjadi ketua tim bersama dua anggota lainnya untuk mewakili UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan Fakultas Syariah. Mereka mengusung karya ilmiah berjudul “Menavigasi Kedaulatan Intelektual pada Era Kecerdasan Buatan (AI): Rekonstruksi Epistemologis Berbasis Paradigma Maqashid Asy-Syari’ah”, dengan tema “Maqashid Syariah dalam Menjawab Isu Global Kontemporer” (Maqashid Sharia in Addressing Contemporary Global Issues).
Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan dan solusi terhadap berbagai isu kontemporer melalui karya ilmiah. Setelah melalui proses penilaian, karya yang disusun Riska bersama tim berhasil meraih Juara 1.
Riska mengungkapkan rasa terkejut, bahagia, dan syukur ketika nama timnya diumumkan sebagai pemenang. Baginya, pencapaian tersebut bukan sekadar kemenangan, melainkan juga bentuk penghargaan terhadap doa, dukungan, dan proses yang telah dilalui bersama.
“Rasanya sangat campur aduk antara kaget, bahagia, dan bersyukur. Saat nama tim kami diumumkan sebagai Juara 1, hal pertama yang terlintas adalah rasa syukur kepada Allah SWT karena telah memberikan kesempatan, kemudahan, dan hasil yang baik dari proses yang kami jalani. Saya juga teringat kepada orang tua yang selalu memberikan doa dan dukungan, serta kepada dosen yang telah memberikan arahan dan kepercayaan,” ungkap Riska.
Menurut Riska, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari doa dan dukungan orang tua, arahan dosen, serta kerja sama kedua anggota timnya. Dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam proses penyusunan karya hingga berhasil memperoleh hasil terbaik.

Tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah waktu persiapan yang sangat terbatas. Mereka baru menerima informasi mengenai kompetisi sekitar tiga hari sebelum batas pengumpulan karya. Sebagai ketua tim, Riska juga perlu membantu menyamakan pemahaman dan mengenalkan alur penyusunan karya ilmiah kepada dua anggota tim yang saat itu masih berada di semester dua.
“Kami melewati proses tersebut dengan komunikasi yang intensif, saling belajar, dan memaksimalkan waktu yang tersedia. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa menjadi bagian dari sebuah tim bukan hanya tentang memberikan arahan, tetapi juga belajar memahami dan mengembangkan potensi setiap anggota,” tuturnya.
Riska menilai salah satu kekuatan karya mereka terletak pada pemilihan isu yang relevan dengan perkembangan zaman, yaitu kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang dikaji melalui perspektif Maqashid Asy-Syari’ah. Melalui pendekatan tersebut, mereka berupaya membahas bagaimana kedaulatan intelektual dapat tetap dijaga di tengah pesatnya pemanfaatan teknologi.
“Kami berusaha menyusun gagasan secara sistematis dan didukung dengan kajian yang relevan, kemudian menyampaikannya dengan cara yang mudah dipahami saat presentasi. Saya rasa perpaduan antara relevansi isu, sudut pandang keislaman, dan penyampaian gagasan tersebut menjadi salah satu kekuatan karya kami,” jelasnya.
Setelah meraih prestasi tersebut, Riska ingin menjadikannya sebagai langkah awal untuk mengembangkan kemampuan, khususnya dalam bidang penelitian. Ia menargetkan untuk terus memperdalam keterampilan riset dan mengembangkan gagasan menjadi penelitian yang lebih komprehensif. Ia juga berharap dapat memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam riset atau forum penelitian yang lebih luas, termasuk di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Saya berharap dapat terus belajar dari peneliti dan akademisi yang lebih berpengalaman, sehingga karya yang saya hasilkan tidak berhenti pada pencapaian kompetisi, tetapi dapat memberikan kontribusi dan manfaat yang lebih nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat,” pungkasnya.
Prestasi yang diraih Riska menjadi bukti bahwa semangat belajar, kerja sama, dan ketekunan dapat mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Pencapaian ini juga diharapkan dapat menginspirasi generasi muda, khususnya anggota GenBI, untuk terus mengembangkan kapasitas diri, berani menyampaikan gagasan, dan berkontribusi positif bagi masyarakat melalui bidang akademik maupun penelitian.
Melalui prestasi tersebut, semangat GenBI untuk bertumbuh, berkarya, dan memberikan dampak positif diharapkan semakin mendorong mahasiswa untuk berani mengambil peluang, menghadapi tantangan, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Keberhasilan Riska bersama tim menjadi pengingat bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang untuk meraih pencapaian ketika disertai komitmen, komunikasi, dan kerja sama yang baik.
Pewarta: Putri Yani
Editor: A. Akasah

Komentar
Diskusi pembaca