JAMBI — Dwinda Mifta Hurrahmi, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Jambi (UNJA) angkatan 2024 sekaligus anggota Generasi Baru Indonesia (GenBI) Jambi, berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa (Peksim) Universitas Jambi tahun 2026. Ia meraih Juara 1 Lomba Menyanyi Dangdut Putri tingkat Fakultas Hukum pada 29 April 2026 dan Juara Harapan 3 Lomba Menyanyi Dangdut Putri tingkat universitas yang berlangsung pada 3–5 Mei 2026.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian membanggakan bagi Dwinda sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mengembangkan potensi dan meraih prestasi melalui bidang seni, di samping menjalani aktivitas akademik.

Dalam mengikuti perlombaan tersebut, Dwinda memperoleh banyak pengalaman berharga. Ia tidak hanya berfokus pada kemenangan, tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk belajar dari peserta lain yang berasal dari berbagai fakultas. Menurutnya, setiap penampilan memberikan pelajaran baru, terutama mengenai teknik vokal, penguasaan panggung, dan cara membangun kepercayaan diri.
Salah satu tantangan yang dihadapinya adalah rasa gugup karena mendapatkan giliran tampil terakhir. Namun, Dwinda berusaha mengubah rasa gugup tersebut menjadi motivasi untuk memberikan penampilan terbaik.
“Saya menggunakan pola pikir bahwa karena saya tampil terakhir, saya harus menjadi penutup yang berkesan. Saya harus memberikan yang terbaik, tampil maksimal, dan menghadirkan gerakan yang ikonik agar tetap diingat oleh juri,” ungkap Dwinda.
Untuk mempersiapkan penampilannya, Dwinda mendalami lagu yang akan dibawakan, menyesuaikan aksi panggung dengan karakter lagu, memilih kostum yang sesuai, serta mempelajari teknik vokal yang tepat untuk genre dangdut. Persiapan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun penampilan yang maksimal dan memberikan kesan kepada dewan juri.
Selain persiapan penampilan, Dwinda juga menghadapi tantangan dalam menjaga kondisi suara. Ia mengaku memiliki suara yang rentan mengalami gangguan sehingga harus lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan dan memperhatikan konsumsi makanan maupun minuman menjelang perlombaan. Baginya, menjaga kondisi tubuh dan suara merupakan hal penting agar dapat tampil optimal saat berkompetisi.
Keterbatasan tempat latihan juga menjadi tantangan tersendiri. Dwinda berusaha mencari tempat yang memungkinkan dirinya berlatih dengan leluasa tanpa mengganggu orang-orang di sekitarnya. Ia terkadang mencari jalan yang sepi untuk berlatih bernyanyi. Selain itu, ia memanfaatkan area Gedung Hexagonal Universitas Jambi pada malam hari ketika kondisi tidak terlalu ramai agar dapat berlatih dengan lebih fokus.

Di balik keberhasilannya, dukungan keluarga, khususnya sang ibu, menjadi sumber semangat terbesar bagi Dwinda. Sejak kecil, ibunya telah mengajarkan bernyanyi dan selalu memberikan dukungan setiap kali Dwinda mengikuti perlombaan. Bahkan ketika mereka terpisah jarak,dengan ibunya berada di Sabak sementara Dwinda tinggal di Mendalo, dukungan tersebut tetap terasa melalui komunikasi rutin.Ibunya bahkan menelepon setiap malam untuk mendengarkan perkembangan latihan vokalnya dan memberikan semangat agar Dwinda terus berusaha memberikan yang terbaik.
“Ketika saya memberi tahu bahwa saya menang, ibu sangat senang. Bahkan, beliau mengadakan tumpengan karena saya berhasil meraih juara di Peksim Universitas dan lolos Bantuan Pendidikan Bank Indonesia,” tuturnya.
Keberhasilan tersebut membuat Dwinda semakin bersyukur dan termotivasi untuk terus mengukir prestasi. Baginya, mendengar namanya disebut sebagai pemenang dan menerima piala merupakan kebahagiaan yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Pengalaman tersebut semakin memperkuat keinginannya untuk terus berkembang, membanggakan orang tua, dan memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.
Ke depan, Dwinda memiliki sejumlah target yang ingin dicapai. Ia berencana mengikuti lebih banyak kompetisi vokal, mengembangkan band bersama UKM Musik, mencoba lomba debat hukum untuk pertama kalinya, serta berpartisipasi dalam lomba karya tulis ilmiah. Berbagai rencana tersebut menjadi bentuk komitmennya untuk terus menggali potensi dan memperluas pengalaman di bidang akademik maupun nonakademik.
Keaktifannya di Generasi Baru Indonesia (GenBI) Jambi juga turut mendorong semangatnya untuk berkembang. Melalui lingkungan GenBI, Dwinda bertemu dengan banyak mahasiswa berprestasi yang memberikan inspirasi dan motivasi untuk terus belajar, mencoba hal-hal baru, serta meningkatkan kemampuan diri.
Bagi Dwinda, prestasi bukan hanya tentang memperoleh penghargaan, tetapi juga tentang proses belajar, keberanian menghadapi tantangan, dan kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ia berharap dapat terus mengukir prestasi, membanggakan orang tua, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Kisah Dwinda Mifta Hurrahmi menjadi pengingat bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi untuk berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Melalui persiapan yang matang, konsistensi dalam berlatih, keberanian untuk mencoba, serta dukungan orang-orang terdekat, setiap proses dapat menjadi langkah menuju pencapaian yang lebih besar.
Pewarta: Putri Yani
Editor: A. Akasah

Komentar
Diskusi pembaca